Pertanian Jambi

padi.jpg

2.876 Ha Padi di Jambi Terancam Gagal Dipanen 165 Hektare Puso Akibat Kekeringan
Gizi.net – 2.876 Ha Padi di Jambi Terancam Gagal Dipanen 165 Hektare Puso Akibat Kekeringan
Sedikitnya 2.876 ha tanaman padi di Provinsi Jambi kini terancam gagal panen akibat kekeringan. Sekitar 2.375 ha tanaman padi tersebut rusak ringan dan 501 ha rusak berat. Data sementara menunjukkan, tanaman padi yang sudah puso akibat kekeringan ini 165 ha.

Demikian diungkapkan Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jambi Ir H Tagor Mulia Nasution MSi kepada wartawan di Jambi, Selasa (1/7).

Menurut Tagor, data dampak kekeringan tersebut diperoleh setelah Tim Dinas Pertanian setempat memantau di beberapa sentra tanaman pangan di beberapa kabupaten dua pekan ini. Saat ini tim tersebut masih memantau beberapa kabupaten lain.

Disebutkan, kerusakan tanaman padi yang paling luas akibat kemarau di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Luas tanaman padi yang terkena dampak kekeringan di daerah tersebut mencapai 1.690 ha. Sekitar 155 ha tanaman padi sudah puso, 486 ha rusak berat, dan 1.045 ha rusak ringan.

Di Kecamatan Bangko, Merangin, luas tanaman padi yang terkena kekeringan 335 ha. Sekitar 19 ha di antaranya rusak berat dan 316 ha rusak ringan. Kemudian di Kecamatan Muarasiau, Merangin, tanaman padi yang rusak berat 3 ha dan rusak ringan sekitar 32 ha.

Menurut Tagor, sentra pertanian tanaman pangan lain yang saat ini juga mengalami dampak berat kemarau panjang adalah di Desa Teluk Leban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari.

Luas tanaman padi yang terkena kekeringan di sana mencapai 982 ha dan tanaman padi yang puso sekitar 10 ha.

Di Kabupaten Tanjungjabung Timur dan Barat, ribuan ha tanaman padi selamat dari kekeringan karena selama Juni para petani melakukan panen raya. Areal pertanian yang terkena dampak kemarau di Tanjungjabung Timur hanya sekitar 32 ha yang ditanami kedelai.

Kemudian di Kabupaten Muarojambi tanaman padi yang kekeringan tidak ada karena para petani tidak menanam padi akibat dilanda banjir April – Mei lalu.

Tagor mengatakan, areal tanaman pangan di daerah itu yang kini terkena dampak kekeringan diperkirakan cukup luas karena tanaman pangan di beberapa kabupaten belum terpantau.

Sentra tanaman pangan yang hingga kini masih belum terpantau di Kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangon, dan Kerinci. Hingga kini Tim Dinas Pertanian Jambi masih memantau di daerah-daerah tersebut.

Dikemukakan, guna mengantisipasi kesulitan petani akibat kekeringan pemerintah provinsi pihaknya telah meminta para bupati untuk siaga. Posko-posko dan kelompok kerja penanggulangan bencana alam diminta melakukan pemantauan secara intensif mengenai adanya petani yang terancam kekurangan pangan akibat gagal panen.

Selain itu, jajaran pertanian di seluruh kabupaten diminta melakukan penyuluhan dan mendampingi petani mencari sumber-sumber air. Salah satu di antaranya memfungsikan pompa-pompa air.

Tagor mengatakan, langkah lain yang sejak April lalu dilakukan mengantisipasi musim kemarau panjang di Jambi meliputi penyuluhan mengenai penghematan air, penyiapan pompa air, percepatan tanam, dan penggunaan bibit unggul berumur pendek.

~ by nurrisom on March 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: